Bersaing Tanpa Sekat: Murid SKB Banjarnegara Taklukkan Panggung English Fest 2026

Tahun baru, gebrakan baru. Agaknya ungkapan ini cocok untuk langkah yang baru saja ditempuh oleh salah satu murid SKB Banjarnegara. Aisyah Shafa Adistia, murid kelas X Kesetaraan Paket C, berhasil memukau dewan juri sehingga berhasil menduduki posisi 3rd Runner-Up Story Telling Competition, English Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Language Development Center di Gedung Tower Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dengan jumlah sebanyak 21 peserta SMA dan SMK formal dari berbagai kota, SKB Banjarnegara menjadi satu satunya Satuan Pendidikan Non Formal yang melenggang ke atas panggung perlombaan dengan mengirimkan perwakilan yang didampingi oleh Risya Lahia Ayuningrum, S.Pd, Anis Karunia, S.Pd, Nining, S.Pd. Tema yang diusung dalam lomba kali ini adalah Fractured story of Disney stories, Fable, Legend of the city in Indonesia with twisted of mental health issues, emotion, stress dengan moral value sebagai ajakan menjaga kesehatan mental. Eca -sapaan akrab Aisyah- membawakan cerita berjudul The Girl Who Wrote Her Way Out yang merupakan Fractured Story dari cerita Disney “Rapunzel”. The Girl Who Wrote Her Way Out bercerita tentang Rapuzel yang mengalami anxiety dan disarankan tutornya, Mr. Flynn, untuk menuliskan kisah hidupnya di platform media sosial.
Kisahnya mendapat atensi dan diterbitkan. Kecemasan yang dialami tokoh Rapunzel akhirnya memudar dan bisa diatasi. Aisyah tampil selama 7 menit dan berhasil memukau juri dan penonton dengan kisah dan suaranya yang merdu saat menyanyikan When Will My Life Begin dan I See The Light.
Prestasi yang diraih Aisyah Shafa Adistia menjadi bukti nyata bahwa pendidikan nonformal memiliki kualitas, potensi, dan daya saing yang tidak kalah dengan sekolah formal. Keberhasilan SKB Banjarnegara menembus ajang yang didominasi oleh peserta dari SMA dan SMK formal menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat serta kepercayaan pada potensi murid, satuan pendidikan nonformal mampu melahirkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Hal ini tentu saja diharapkan dapat menjadi motivasi bagi murid lainnya bahwa latar belakang pendidikan bukanlah batas untuk bermimpi, berkarya, dan berprestasi. Keep up the good work!